Parade kaum tidak enakan
Uni Ifa pengen beli es krim sore itu. Ia sudah siap dengan outfit ke warung. Sebenarnya warung pertigaan itu dekat saja dari rumah. Tapi yaaa tetap saja perlu jalan kaki beberapa menit. Jadi mumpung abang Iki lagi libur, jadilah Uni minta tolong dianterin. Keduanya pun bersiap pergi. Ara yang habis mandi, saat itu sedang menuruni tangga. Tentu saja, anak TK yang satu ini seketika pengen ikut. Bahkan tanpa tujuan pun ia akan bersedia ngintilin kakaknya. Apalagi saat nama es krim dibawa-bawa. Ia lantas minta ijin ke saya, yang saya jawab boleh aja selama abang dan uni mau bawa adek. Di sinilah tangisan itu bermula. Kedua kakaknya punya syarat yang normal banget, yaitu Ara kudu sisir rambut dulu. Yaa gimana ceritanya membawa anak kecil dengan rambut kusut sehabis mandi. Tapi Ara gak mau sisir rambut dulu. Juga tidak mau kalau ditinggal. "Tetap mau ikut!" Lalu air mata menyertai pemberontakan kecil itu. Abang dan Uni menunggu. Kami pun duduk di sofa tenan...