Posts

Kartu Pos #1 Menghadapi Tantangan dengan Tenang

Image
Sejauh ini Atya dan Ifa hanya mengikhlaskan saya bepergian untuk dua hal, perjalanan ibadah dan kegiatan komunitas Ibu Profesional. Pada perjalanan umroh kali ini, Atya dan Ifa oke dengan saya yang start dari Singapore, toh anak-anak sudah paham situasi di sana. Namun anak-anak sedikit manyun ketika melihat perjalanan ke Turki jelang ke Madinah. Apalagi dengan persiapan pakaian musim dingin yang saya masukkan ke dalam koper. Meski pada akhirnya anak-anak melepas kami dengan bahagia, tetap ada seberkas sedih. "Yaaah... Bunda bisa main salju dong." Hiks..

Jauah Bajalan Banyak Diliek

Image
Kami jarang meninggalkan anak-anak. Kalaupun ada yang pergi beberapa hari dari rumah, hanya salah satu saja antara saya dan suami. Salah satu akan tetap di rumah menemani anak-anak. Pada perjalanan umroh kami sebelumnya, saya dan uda memutuskan untuk berangkat bergantian agar Ifa yang baru selesai operasi bisa tetap dijaga dengan baik. Tapi kali ini, adalah pertama kalinya kami hendak meninggalkan anak dalam waktu agak lama. 14 hari tentunya akan terasa lama, baik bagi kami terlebih pula anak-anak. Tapi, baik juga dicoba untuk melihat apakah pembelajaran selama ini akan berjalan baik ketika kami tidak di rumah. Bismillah.. Saya kira kita akan saling menjaga jarak agar mudah move, dengan meminimalkan video call dan chat via whatsapp. Eh ternyata anak-anak tidak setuju. Mereka memilih untuk tetap menjaga kontak dan meminta kami terus bercerita di sepanjang perjalanan. Well, mari kita coba. Tulisan perjalanan umroh ini bukanlah review perjalanan umroh yang penuh foto. Toh suami...

Stunning Holiday Day#2 - Makanan Halalan Thoyyiban (part 1)

Image
Hari kedua dimulai dengan implementasi hobi memasak Atya. Anak-anak sudah lama memahami bahwa semua kegitana produktif di rumah memiliki finish line: Berbagi untuk orang lain. Maka memasak pun dipahami sebagai sebuah kegiatan menghasilkan makanan untuk orang lain. Ada muatan shodaqoh setiap kali kita memasak. Setelah beberapa lama menemani saya memasak, kini Atya sudah siap untuk duduk sendiri di dapur. Saya cukup duduk dari jauh sambil sesekali menjawab pertanyaan Atya. Pagi ini Atya akan memasak risol untuk diberikan kepada abang ojek yang mangkal di depan rumah. Urusan yang simpel bagi saya dan mama, namun merupakan sebuah perjalanan yang penuh catatan bagi Atya. Pertama, Atya mencari resep risol dulu di youtube. Atya menonton berbagai video tutorial membuat risol berbagai versi. Setelah menemukan resep yang tepat, Atya menyalin resepnya ke dalam buku catatan. Saya yang duduk menemani Atya bisa menarik nafas lega, Atya telah menerapkan sikap kritis dan skeptis pada sumber inform...

Stunning Holiday Day#1 - Mukmin yang Kuat

Image
Program  Stunning Holiday hari pertama diisi dengan sesuatu yang anak-anak suka banget, apalagi kalau bukaan... MAIN AIR 😍 Setelah kegiatan pagi, kami berangkat ke Taman Bunga Wiladatika Cibubur, kemudian masuk ke kolam renang Tirtateja yang berada di dalam taman bunga. Atya yang sudah lebih lancar berenang kemudian mengajari adek berenang, tentunya tidak lupa main perosotan 😊 Usai berenang dan mandi, anak-anak menjelajahi taman bunga dan mengelilingi air mancur. Untungnya saat ini bunga-bunga sedang bermekaran sehingga anak-anak bisa mengamati bunga dan serangga sekaligus. capek berkeliling, kami duduk di saung yang banyak terdapat di taman bunga.  Sambil minum dan makan cemilan, anak-anak bermain playrole dengan serunya. Materi kajian hadist hari ini adalah tentang Keutamaan Mukmin yang Kuat.  Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih di...

Stunning Holiday

Image
Liburan telah tiba! Tapi Atya dan Ifa menyambutnya dengan biasa saja. Atya malah bercerita dengan sendu tentang teman-temannya yang berbagi rencana perjalanan liburan seru di sekolah. Sekolah masih ada beberapa hari lagi, tapi sendu makin menjadi-jadi dengan tingkat kemuraman anak yang kian bertambah setiap harinya. "Kalau kita hitung, kita sebenarnya berlibur banyak sekali tahun ini Kak, dua kali ke Jogja, dua kali ke Semarang, satu kali ke Padang dan tak terhitung entah berapa kali ke Bandung dan Bogor." saya memeluknya hangat di suatu sore dimana wajah murung makin tertekuk. "Wah iya ya Nda." sahut Atya Kemuraman sedikit terkuak. "Kalau kita nggak keluar kota, trus kita ngapain dong Nda, selama liburan ini?' tanya Ifa. Giliran saya yang terdiam. Saya kira, kita akan menghabiskan keseruan sepanjang hari seperti biasa. Pagi setelah mandi dan sarapan kita bisa membaca dan menulis cerita di blog. Kemudian kita bisa berkebun sambil menikmat...

Mengenalimu duhai Anakku

Image
Lama perjalanan dari kota Padang dengan kota Payakumbuh jika ditempuh dengan bis kota dalah 3 jam, ditambah seperempat jam naik ojek. Biasanya saya akan pulang ke rumah pada hari Jumat di saat jam terakhir kuliah. Maka perkiraan waktu sampai di rumah berkisar anatara pukul 9 - 12 malam. Begitu sampai di rumah, saya akan menyapa orang tua terlebih dahulu, kemudian segera beberes rumah. Iya, beberes rumah meski semua sudah akan segera tidur 😀 Sebulan ditinggal, semua barang tentunya sudah berubah letak. Jendela dan pajangan di dinding tidak dilap seperti yang saya inginkan dan buku tidak ditaruh sesuai abjad. Selalu saja seperti ini. Entah selarut apapn, saya akan tetap memegang sapu dan lap sebelum beristirahat. Rasanya tidak akan bisa tertidur pulas jika tidak merapikan rumah sebelum tidur.  Setelah menikah dan memiliki anak, saya mendapatkan ujian berat. Bahwa memiliki dua anak yang rajin main masak-masakan membuat saya tidak bisa menata barang seperti yang saya ingin...

Ke-Sembilan

Image
Ketel air di kompor membunyikan peluit keras pertanda air yang saya jerang telah mendidih. Saya lantas menyudahi beberes kertas lukisan anak-anak yang belum disimpan tadi malam. Untuk kesekian kalinya saya membangunkan suami. Kali ini dengan suara bernada mendesak. "Uda, ini sudah pukul setengah enam." Sekali lagi uda  membalikkan badan, seperti masih enggan bergerak dari bantal. Saya mendesak sekali lagi, dan uda pun beranjak duduk. Saya kemudian fokus mengurus anak-anak  yang akan berangkat ke sekolah. Beberapa menit berlalu  cepat, dan kini Atya sudah menuntaskan persiapan ke sekolah. Ifa masih menekuri mangkuk sereal, tapi tidak mengapa, masih ada cukup waktu untuk Ifa bersiap ke sekolah. Hanya saja, setelah semua kesibukan pagi ini, kenapa langit masih gelap saja kelihatannya. Seharusnya garis-garis cahaya fajar sudah menyirami ruang tamu. Dan herannya mama kok masih belum menuntaskan bacaan Al Quran subuh ini. Merasa ada yang tidak sesuai, saya melirik sek...